Subscribe via RSS FeedConnect on InstagramConnect on Google Plus

Marketing “Gila” yang Sukses

Filed in Artikel dan Opini by on Januari 30, 2018 0 Comments • views: 61

Marketing “Gila” yang Sukses. Kehadiran buku D’Gil Marketing: Think Like There Is No Box! Sudah seharusnya  kita sambut dengan gembira. Penulis, Ahmad Bambang adalah Deputy President Director PT Pertamina periode Oktober 2016 – Februari 2017. Jabatan yang diembannya, sudah tentu   sangat menentukan naik turun dan gagal  suksesnya perusahaan. Pada saat itu. Terdapat hal yang mustahil sekaligus juga unik terjadi. Harga minyak dunia tengah turun, bila perusahaan dapat bertahan di situasi seperti itu saja rasanya sudah bagus. Namun kala itu, yang terjadi Pertamina malah bisa mendapatkan banyak keuntungan dengan terobosan dan strategi yang dimilikinya. Capaian yang dirasa sangat “gila” namun tetap berhasil. Selain itu, ke-“gila”-an dalam makna positif Bambang memegang kendali perusahaan dapat dilihat dari prestasinya dalam berbagai penghargaan: The Fastest Turn Around 2014, Chief Marketing Officer of The Year 2015, Indonesia’s Marketing Co. of The Year 2016, Indonesia’s Marketeer of The Year 2016 dan Tokoh BUMN Kategori Marketing & Branding 2017. Dengan menerbitkan D’Gil Marketing: Think Like There Is No Box berarti ia memberi tahu proses yang ia jalani dalam meraih kesuksesan, khususnya saat ia berada pada PT Pertamina, perusahaan yang dimiliki negara Indonesia.




Dalam buku ini, Bambang mengulas semua proses perjalanan PT Pertamina saat ia pimpin.  Tentunya dengan dikaitkan dengan kondisi global pada saat itu. Terlihat Bambang memotivasi semua karyawan denyan ciri khas nyentriknya. Mengajak semua orang  menjadi “gila”.

“Jika Tidak Pintar “Gila” Saja!” (Halaman xvi). Sebuah judul dari prolog yang mengawali bab demi bab buku ini.

Buku ini tersaji menjadi tiga bagian, dimulai dengan analisis terhadap gangguan-gangguan perkembangan  PT Pertamina. Ibarat yoyo (permainan) yang berputar, segala kelemahan perusahaan dilihat dari berbagai sudut.

Setelah kebutuhan perusahaan telah diketahui dengan jelas. Kerja sama antar sumber daya perusahaan harus dimaksimalkan. Caranya, dengan mengumpulkan ide-ide kreatif dan inovatif yang nantinya akan berdampak positif bagi perusahaan. Fondasi yang akhirnya diciptakan adalah “Gagal, ulangi. Salah, perbaiki. Berhenti, mati”. (Halaman 180)

Dengan demikian, sumber daya yang ada akan mengeluarkan seluruh ide mereka. Apalagi tidak ada hukuman bagi yang gagal, namun hadiah akan diberikan untuk setiap keberhasilan yang diraih oleh karyawan. Dengan memberikan peluang besar-besaran berkreasi meningkatkan kualitas perusahaan, sudah tentu kesuksesan akan diraih.

Tidak hanya sebatas ide-ide saja, pada bagian ketiga buku ini menunjukkan semangat mewujudkannya. Mulai dari menciptakan produk, menetapkan harga, melakukan distribusi dan membuat promosi. Tentunya semua itu dilakukan sesuai cara mereka sendiri.  Salah satu cara menciptakan produk, Bambang mengumpamakan seperti proses yang dialami Nadiem Makarim pencetus layanan Go-Jek. Saat itu di Jakarta, ojek termasuk transportasi yang dianggap lebih cepat karena kemacetan lebih mengganggu kendaraan-kendaraan besar. Sepeda motor lebih gesit dalam hal efisiensi waktu. Namun sayang, masih banyak kegiatan kurang produktif yang dilakukan tukang ojek. Terkadang masih ugal-ugalan dalam berkendara, waktu yang paling banyak dihabiskan adalah menunggu pelanggan datang di pangkalan dan itupun harus bergiliran dahulu. Akhirnya tercipta Go-Jek yang saat ini telah bermitra dengan sekitar 20.000 pengemudi motor di berbagai kota. (Halaman 218-220)

Prinsip think like there is no box!  tercipta dasar dalam mengumpulkan ide tersebut. Lantas di  PT Pertamina yang terwujud adalah bahan bakar minyak berjenis pertalite dengan kadar oktan 90-91.

Bambang mencoba mengubah mindset untuk berkembang pada semua karyawan dari perusahaan. Selain itu juga memotivasi untuk selalu memiliki ide-ide inovatif yang menguntungkan mengingat keadaan pasar selalu berubah-ubah. Tentunya, hal itu juga ditujukan pada pembaca buku ini. Dalam buku ini, terlihat diksi-diksi yang dipilih selalu memotivasi dengan menggabungkan kisah tokoh-tokoh inspiratif. Albert Einstein, Milton Friedman pakar ekonomi New Hork, Nadiem dan masih banyak lagi.

Desain buku berilustrasi dan kata-kata motivasi yang dicetak besar, membuat buku setebal 380 halaman ini ringan untuk dibaca. Meskipun dalam buku banyak kata-kata “gila”, mengajak kita untuk “gila”, bahkan, dari 12 bab hanya tiga bab yang tidak mengandung diksi “gila”. Nyatanya strategi yang unik terangkum dalam buku ini sudah teruji sukses dan tidak akan membuat bosan pembaca. Selain cara penulisan buku dan strateginya nyentrik. Penulis juga tampak terlihat tidak sombong. Mengingat, banyk prestasi yang Ia raih. Terlihat dari epilog buku dengan judul “What’s Next? Dari “Gila” ke “Berkah”.

____________________________________________

Judul : D’Gil Marketing: Think Like There Is No Box!
Penulis : Ahmad Bambang
Cetakan : Kedua, Juni 2017
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-602-03-5530-6
Peresensi : Khoirul Muttaqin, Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Malang/Ketua Komunitas Booklicious Malang

*Edukasi yang tengah dikembangkan youtube chanel Buku Taqin
*Dimuat Malang Post 3 Desember 2017

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *