Subscribe via RSS FeedConnect on InstagramConnect on Google Plus

Masuk Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Antara senang dan bingung

Filed in Curhat, Harapan PLS by on September 1, 2018 0 Comments • views: 41

Pendidikan Luar Sekolah (PLS)? Haaa? PLS itu apa? Kayak apa? Kedepannya bakal gimana? Sebuah pertanyaan yang selalu terbesit dipikiran dan hati saya semenjak kakak saya menganjurkan PLS menjadi pilihan ketika daftar SPMB di UNESA.




Jadi, saya tidak lolos jalur SNMPTN dan SBMPTN tahun 2017. Keinginan saya adalah di jurusan Sastra Inggris yang peminatnya sungguh luar biasa banyaknya. Di MA saya termasuk jurusan IPA, jadi saat SBMPTN saya memilih IPC karna ada satu pilihan di jurusan IPA.  Ketika mengetahui saya tidak lolos lagi jalur SBMPTN mulailah saya galau sepanjang hari. Nangis tiada henti menanyakan apa maksud Tuhan. Menangis seharian bukan jalan keluar, benar? Tak henti berjuang, saya kembali daftar melalui jalur SPMB. Saat hendak mendaftar SPMB UNESA, sebelumnya saya sudah pasrah dengan semua keputusan Tuhan. Dalam arti saya tidak ingin memaksakan keinginan saya yang belum tentu ada ridho didalamnya. Saya minta pendapat ke kakak, ibu dan ayah saya. Ibu dan ayah saya hanya bilang “terserah, yang kamu mau ibu sama ayah ridho”.

Kakak saya melihat semua jurusan yang ada di UNESA. Saya pasrahkan juga apa jurusan yang harus saya pilih nanti tergantung keputusan kakak. Kakak saya memberi pendapat dengan pilihan pertama saya Pend. Bahasa Jerman. Bingung? Saya juga. Di MA saya tidak pernah belajar bahasa Jerman sedikitpun. Kenapa tidak  memilih Sastra Inggris lagi? Karna saya sudah berada ditingkat lelah akibat ditolak, dan peminatnya banyak sekali. Saya meng-iyakan pilihan pertama itu karna kebetulan saya sangat suka bahasa, jadi apapun bahasanya saya kira saya siap untuk mempelajarinya.

Pilihan kedua kakak saya bilang”PLS? Coba pilih ini deh kayaknya sepi peminat.” Bingung dongg saya, saya aja tidak tahu apa itu PLS. Mulai deh cari-cari yang berhubungan dengan PLS. Mulai tahu sedikit-sedikit, baiklah oke saya pilih. Pikiran saya pada saat itu hanya bagimana saya bisa lolos. Dalam benak saya, saya masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Saya masih yakin tidak yakin dengan apa yang sudah saya pilih. Namun dalam benak saya hanya berucap, saya ingin bisa bermanfaat bagi orang lain. Sekarang, besok, seterusnya.

Dan saya teringat dengan salah satu pesan yang saya anggap doa, teman saya berkata “ Semoga dapat yang bermanfaat, karna yang terbaik belum tentu bermanfaat”. Jeng jeng jeng pengumuman tiba dan hasilnyaaa, alhamdulillah saya lolos di jurusan kedua yaitu PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH. Antara senang dan bingung. Senangnya saya lolos, bingungnya saya masih belum tahu sepenuhnya tentang PLS.

Ragu untuk daftar ulang, akhirnya saya mulai meyakinkan diri mungkin ini jalan-Nya untuk saya. Saya berharap saya bisa menjadi pribadi lebih baik dan lebih mengetahui tentang PLS itu sendiri. Memulai untuk lebih maju,aktif,kreatif, berfikir dengan logis dan dapat lebih memahami mata kuliah yang ada di PLS.

Dan harapan saya ketika lulus nanti, saya mendapat nilai cumlaude (Aamiin). Menghasilkan yang terbaik dan bermanfaat bagi orang lain. Juga saya berharap PLS tidak dianggap sebelah mata oleh orang-orang, karna PLS adalah jurusan yang mulia.

 

Oleh
Nafa Oktanisfia
PLS UNESA 2017
mail: nafa.17010034080@mhs.unesa.ac.id

Tags:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *