Subscribe via RSS FeedConnect on InstagramConnect on Google Plus

MUDIK LEBARAN 2018

Filed in Artikel dan Opini, Berita Utama by on Juni 18, 2018 0 Comments • views: 57

Ritual mudik tahun ini ditandai dengan dibukanya jalan tol baru di berbagai daerah yang digratiskan bagi pemudik, agar lancar diperjalanan, mengurangi kemacetan lalu lintas, dan cepat sampai kampung halaman.




Bagi umat islam di Indonesia, ritual bulan romadhon itu bukan sekedar menjalankan ibadah puasa, tarawih, iktikaf, memperbanyak baca al-Qur’an dan sodakoh. Romadhon pun bukan sekedar bayar zakat fitrah dan dipungkasi solat Idul Fitri dan salam-salaman dengan saudara, tetangga, dan handai tolaan serta teman sekerja.

Ya, ternyata tidak hanya itu. Masih ada lagi ritual tambahan yang oleh sebagian orang malah dianggap sebuah keharusan. Yaitu ritual mudik, pulang kampung bertemu orang tua, sanak famili dan teman sepermainan waktu kecil. Bukan sekedar bertemu melepas rindu. Namun juga berbagi cerita sukses selama setahun di tanah rantau.

Dalam Wikipedia, Mudik adalah kegiatan perantau/pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya yang disemangati oleh tradisi saling memaafkan dan bertemu kerabat di kampung halamn untuk memperkaya batin, dan Simbul kerinduan manusia pada keakraban keluarga.

Para mudiker, biasanya, selain membawa Uang dalam jumlah banyak, juga membawa oleh-oleh khas Kota. Makanan, jajanan, dan pakaian, yang jarang ditemukan pada hari-hari diluar bulan ramadhon. Semua yang khas Kota itu, sering kali tanpa disadari menjadi ajang pamer dari mudiker kepada warga kampungnya.

Sehingga tidak mengherankan, saat Kampung dipenuhi mudiker, suasana menjadi meriah. Mobil keluaran terbaru berseliweran di Kampung (entah itu rentalan atau pinjaman), baju baru aneka warna dan model (entah hasil cicilan atau utangan) pun, ikut menyemarakkan Kampung. Ditambah celetuan bahasa gaul jaman now, semakin meriahlah suasana silaturahi lebaran.

Saat lebaran, masing-masing rumah serempak menyediakan aneka jajanan untuk para ‘tamu’. Ada rengginang, kripik melinjo, kriik gadung, keripik singkong, keripik pisang, kacang klici, kacang mede, kacang kapri.
Ada juga madu mongso, kue semprit, kue bolu, spiku, nastar, kastengel, brownis, lapis legit, wajik, dan jajanan nusantara yang banyak ragamnya. Jangan lupa, ketupat opor ayam adalah menu wajib yang harus ada disamping menu kuliner lain yang banyak ragamnya. Begitu juga dengan minuman penyegar yag banyak jenisnya. Sesuai selera dan anggaran yang tersedia.

Itulah lebaran yang selalu dirindukan oleh para mudiker. Mereka rela bercapek-capek menempuh perjalanan jauh dengan segala risikonya dengan satu tekad dan niat, kembali ke habitatnya, sungkem kepada leluhur.

Penulis pun juga merupakan salah satu dari mudiker yag kini sudah di kampung halaman berkumpul dengan orang-orang tercinta, bercegkerama melepas rindu, mengurai cerita penuh ceria, berharap bertemu malam seribu bulan sambil menunggu saat lebaran tiba.

Selamat hari raya Idul Fitri 1439 H, Mohon maaf lahir dan batin. [eBas/mampang jaksel, rabu wage]

Tags: ,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *