Subscribe via RSS FeedConnect on InstagramConnect on Google Plus

Optimis pada Pilihan Jurusan Kedua

Filed in Curhat, Harapan PLS by on September 14, 2018 0 Comments • views: 104

Saya Mahasiswi PLS Universitas Negeri Surabaya angkatan 2017B. Saya sebelumnya bersekolah di SMK Negeri 12 Surabaya. Sebelumnya saya tidak mengetahui apa itu jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS), lulusan jurusan tersebut akan menjadi apa dan bekerja dimana. Jujur saja waktu itu saya tidak ingin mengetahui secara detail PLS itu seperti apa. Namun karena tujuan saya juga ingin melanjutkan dijenjang perkuliahan, saya harus mengetahui apa saja prodi/jurusan yang sekiranya saya mampu untuk mendalami jurusan tersebut. Pada akhirnya saya bertanya kepada salah satu kakak kelas saya yang masuk di Jurusan PLS, ia menjelaskan secara garis besar apa itu PLS, hingga saya memutuskan untuk memilih PLS sebagai pilihan kedua saya setelah PGSD. Mengapa saya menjadikan PLS sebagai pilihan kedua? Ya, karna pada waktu itu orangtua saya masih belum yakin dengan penjelasan saya mengenai PLS, mereka ingin saya menjadi seorang Guru SD. Hal ini terjadi karena saudara saya beberapa menjadi guru SD dan menyarankan saya masuk PGSD Unesa. Tetapi pada saat itu saya tidak begitu yakin dengan pilihan pertama saya, karena guru SD dituntut untuk memahami semua materi yang akan dipelajarkan pada anak SD. Namun karena tuntutan orang tua saya tetap menjadikan PGSD sebagai pilihan pertama saya.




Pada tes teori saya bisa mengerjakannya, karna menurut saya tes itu lebih mudah dibandingkan tes-tes sebelumnya. Namun pada saat wawancara, saya merasa pesimis pada pilihan pertama saya, dan harapan muncul dipilihan kedua saya. Saya merasa tertarik dengan penjelasan-penjelasan dosen yang sedang mewawancarai saya. Saya di PLS tidak melebih-lebihkan jawaban saya pada saat itu, saya merasa di PLS masih bisa menampung bakat saya selama di SMK, tanpa harus meninggalkan hobby saya demi cita-cita saya menjadi pendidik. Setelah menunggu beberapa minggu setelah tes, pada saat pengumuman saya diterima dipilihan kedua saya PLS. Pada saat itu papa saya tidak begitu setuju dengan takdir tersebut, namun setelah saya beri pengertian dan penjelasan akhirnya kedua orang tua saya menyetujui saya untuk masuk PLS. Pada saat itu pengetahuan saya masih minim tentang PLS, hingga masa PKKMB usai saya masih mendapatkan beberapa info saja mengenai PLS. Hingga pada awal masuk masa perkuliahan, dosen-dosen dari PLS banyak menjelaskan apa saja output yang dihasilkan dari PLS dan peluang kerja yang seperti apa yang nanti bisa didapat.

Saya merasa beruntung bisa masuk Jurusan PLS ini, ternyata di PLS selain banyak sekali output yang dihasilkan nantinya, PLS juga bisa menciptakan lapangan kerja sendiri dan memberikan pekerjaan serta ilmu yang bermanfaat bagi semua orang. Di PLS bisa mendirikan Rumah/Sanggar Belajar, menjadi Guru Bimbingan, Konsultan, dll. PLS juga bisa menyatukan orang-orang yang memiliki bakat/hobby yang sama, untuk kesenangan maupun bekal untuk mencari sebuah pekerjaan. Di PLS ini tujuan saya ingin mewujudkan cita-cita saya menjadi seorang guru, dan menunjukkan kepada semua orang bahwa PLS sangat berguna sekali bagi masyarakat tanpa mengenal level/status mereka. Kerena pada saat saya masuk PLS ini, banyak orang yang mengira PLS itu adalah jurusan yang menangani orang/anak berkebutuhan khusus. Banyak sekali orang yang beranggapan seperti itu, bahkan ada orang yang sama sekali tidak tau apa itu PLS sehingga mereka meremehkan. Padahal, dengan sepengetahuan saya yang masih belum seberapa luas ini, menurut saya PLS sangatlah penting bagi generasi penerus bangsa ini. Mengapa? Karena masih ada orang/anak yang tidak paham maupun kurang puas dengan ilmu yang sudah mereka dapatkan pada saat mereka bersekolah di lingkup formal. Mereka masih membutuhkan Bimbingan Belajar, Khursus Keahlian bahkan sampai konsultasi tentang kehidupan mereka. Maka dari itu saya memiliki harapan yang sangat tinggi supaya nantinya PLS makin dikenal oleh semua masyarakat Indonesia tanpa harus dihiraukan ataupun diragukan lagi kualitasnya. Entah itu dengan cara mendirikan Bimbingan Belajar yang bisa mendidik anak bangsa bukan dengan ilmu formal namun juga menggali potensi/bakat mereka yang belum mereka ketahui ataupun mengasah bakat/potensi mereka agar lebih baik lagi kedepannya untuk kehidupan mereka. Dan harapan saya untuk PLS sendiri, semoga kelak bisa tetap mencerdaskan anak bangsa tanpa mengenal waktu, serta semakin jaya.

Sekian artikel yang saya buat, mohon maaf jika terdapat salah penulisan kata maupun penggunaan kata yang kurang tepat.

 

Penulis:
Aprilinda Pramashanty
PLS UNESA 2017
mail: aprilinda.17010034066@mhs.unesa.ac.id

 

Tags: ,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MENGAPDI DENGAN MEDIA SOSIAL

DAFTAR YUK: PELATIHAN PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL DAN WEB SITE IMADIKLUS 2018

Seluruh akomodasi peserta selama kegiatan pelatihan GRATIS*
KLIK DISINI BACA SELANGKAPNYA
close-link
DAFTAR YUK: PELATIHAN PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL DAN WEB SITE IMADIKLUS 2018
KLIK DAFTAR
close-image

MENGAPDI DENGAN MEDIA SOSIAL

MENGAPDI DENGAN MEDIA SOSIAL
Pelatihan Pengelolaan Media Sosial dan Web Imadiklus, akan di selenggarakan pada: