Subscribe via RSS Feed Connect on Instagram Connect on Google Plus

PEMBANGUNAN WATAK DENGAN MENIRU SIFAT-SIFAT NABI

Filed in Artikel dan Opini by on Agustus 15, 2010 3 Comments • views: 143

Mari sejenak kita melihat Indonesia kawan-kawanku semua, apa yang kita sedang lihat sekarang?




Sebuah Negara yang sakit kah?

Atau sebuah Negara yang memiliki berbagai macam potensi baik dari sumber daya alam atau sumber daya manusia yang berlimpah namun tidak ada yang dapat mengelolanya?
Yah itulah negeri kita yang bernama Indonesia, dengan berbagai macam permasalahan yang membutuhkan solusi dari kita semua.

Ya betul, kita semua, kenapa?

Karena kita adalah khalifah yang telah ditunjuk oleh Allah SWT untuk menjadi wakil-Nya dalam mengelola bumi ini.

Sekarang kita melihat dari permasalahan yang sedang dihadapi oleh generasi muda Indonesia, wah bro, sist, ternyata ada permasalah di generasi muda yang suatu saat akan menggantikan para pemimpin Indonesia, silahkan lihat, tawuran, mencontek, konsumtif, narkoba, sex bebas, aborsi sudah menjadi sebuah kewajaran yang aneh.

Merinding ketika saya kemarin membaca bahwa ada anak SMA di Jatim yang membunuh anak hasil hubungan haramnya dan membuangnya di kamar mandi guru, Astaghfirullah, sex bebas saja sudah merupakan sebuah dosa yang besar, apalagi dengan membunuh bayi yang tidak pernah berdosa.
Bagaimana kita bisa memperbaiki Indonesia ketika kita melihat generasi tua yang suka korup dan melakukan berbagai macam kejahatan, ditambah oleh permasalahan generasi muda yang tidak tahu apa yang sedang dikerjakannya.

Oleh sebab itu, kita mulai dari sekarang haruslah membekali diri kita dan mengamalkan nilai-nilai kebenaran yang sebenarnya sudah menjadi pemberian dari Allah SWT.

Remaja Gaul,Remaja Yang Mengidolakan Nabi
Coba sekarang kita Tanya satu persatu yuk ke temen-temen kita,
“siapa idola kalian?
Pasti beragam jawabnya, ada yang Cristiano Ronaldo, Igo Indonesian Idol, Veri AFI, Ariel (nah loh ¦)
Tapi ada gak yang berani mantap menjawab idola saya adalah “Nabi Muhammad?
Mungkin hanya sebagian kecil yah bro n sist, itupun kalo ada sekedar menyebutkan idola ajah, tapi gak melaksanakan contoh-contohnya.

Jadi nyebutin idola Nabi, tapi kelakuan anak munafik, (nyambung gak yah?)
Nah sekarang coba kita pikirkan deh bareng-bareng, apa c susahnya untuk mengikuti sifat-sifat nabi? Kita semua pasti hapal kan sifat-sifat wajib nabi?nah daripada kita pusing-pusing ngikutin kelakuan kelakuan idola yang gak jelas, kita coba untuk mengikuti sifat-sifat nabi yang menjadi idola dunia dan akhirat, karena nabi itu tidak pernah melakukan zina seperti Ariel, tidak haus ketenaran seperti para Indonesian idol dan afi, serta tidak menyengsarakan rakyat seperti para pemimpin Indonesia saat ini, Astaghfirullah (T_T)
Jadi sekarang, kalo mau gaul ya idolakan dan tiru para Nabi.

Sifat-sifat Nabi yang Wajib kita ikuti
Bro dan sist, kita coba yuk mengulang pelajaran waktu SD tentang sifat-sifat wajib nabi, tapi sekarang kita jangan hapal ajah,kita coba praktekkan di kehidupan sehari-hari (Backsound: haduuhh sulittt)

eits tar dulu, jangan pernah berkata sulit, tidak bisa, males dan berbagai hal yang negatif, karena itu adalah awal dari kegagalan yang sempurna.

Yakin kan diri kita bahwa kita bisa kok mencontoh nabi, seperti dengan mudahnya kita menghapal lirik lagu peterpan dan mengikuti gaya Rian dâ„¢masiv.
Sidiq (Jujur)
Dalam berbagai hal penyebutan tentang sifat nabi, biasanya Sidiq disebutkan paling pertama, kenapa hayooo??

Ternyata menjadi seorang yang jujur sangatlah sulit saat ini.

kenapa? Karena kita sudah dibiasakan untuk melihat, mendengar dan merasakan hal-hal yang tidak jujur’

coba deh, ada berapa orang yang tidak pernah nyontek?

Tidak pernah memberikan contekan?
Kemungkinan untuk saat ini kita akan mendapatkan presentasi yang sangat kecil, padahal bro dan sist, untuk menjadi orang jujur tidaklah sulit.

contoh kecilnya ketika kita sudah siap untuk jujur, maka kita akan belajar untuk menghadapi ujian, jadi tidak perlu mencontek. Bagaimana?
Amanah (dapat dipercaya)
Ini adalah sebuah sifat yang saat ini sangat sulit untuk dicari bro.
Liat ajah, para pemimpin kita ternyata gak bisa untuk memegang sifat ini dengan selalu saja menyengsarakan rakyatnya (kenaikan harga dan korupsi).

Nah kita jangan mencontoh yang jeleknya tersebut. Kita harus bisa untuk memegang kepercayaan dari orang lain, mau contoh kecilnya? Ketika kita diberikan Pekerjaan Rumah (PR) oleh guru, maka kita harus mengerjakannya di rumah, bukan di sekolah..hehehe ¦

Adalagi ketika kita diberikan amanat oleh orang tua untuk sekolah dengan benar, kalau kita bolos berarti kita tidak amanat.

Tabligh (komunikatif)
Nah sifat selanjutnya adalah Tabligh, yaitu komunikatif, maksud dari komunikatif tidak hanya bisa gaul dengan siapa saja, tapi juga berani untuk menyampaikan kebenaran kepada orang lain.

Banyak orang-orang yang baik di masjid, suka mengaji, tapi tidak mudah bergaul dengan siapa saja, akhirnya ilmu-ilmu yang ada tidak pernah disampaikan kepada orang lain (bahasa kerennya mah dakwah).

Ada juga yang bergaul dengan siapa saja, tapi tidak berani untuk melarang orang melakukan hal yang tidak baik, nah itu juga salah.

Jadi yang mantap mah apabila kita bisa bergaul dengan siapa saja, dan bisa untuk memberitahu mana yang benar dan mana yang salah.
Fathonah (Cerdas)
Cerdas yang dimaksud ini bukan hanya cerdas secara matematika, fisika, kimia saja loh.

Tapi segala kecerdasan yang dimiliki oleh kita,   karena Allah telah menciptakan umat manusia dengan cerdas, namun terkadang kitanya saja yang tidak memberikan kesempatan untuk mengembangkan kecerdasan tersebut.

Contoh bahwa cerdas tidak hanya dari pelajaran saja, nabi Muhammad adalah seorang Nabi yang tidak bisa membaca dan menulis, namun, siapa yang meragukan kecerdasan baginda dalam mengatur pemerintahan, agama, politik dan sebagainya.

Kita pun bisa untuk menjadi cerdas tidak hanya dalam bidang pelajaran, bagaimana caranya? Contoh kita mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang seperti silat, paduan suara, English club, dan sebagainya.
Penutup
Dari kesemuanya ini, maka apabila mulai dari sekarang kita memulai dari hal yang kecil, Insya Allah, penyaring dalam diri kita sendiri akan kuat dan siap dengan perkembangan jaman.
Apabila kita mencoba   bertoleransi dengan pelanggaran-pelanggaran kecil sifat-sifat tersebut, maka niscaya kita bukanlah orang yang siap pada perkembangan jaman, tapi akan terlindas dengan perkembangan jaman dan segala permasalahannya.

Wallahuâ„¢alam bish showab
07082010 (04.34PM) Rangkas Bitung
Presentasi dadakan ketika mengisi diskusi tentang character building di Madrasah Aliyah Cileles
Panji Bahari Noor Romadhon
Ulil Albab Wannabe

Comments (3)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. Ronggo berkata:

    masih tahap belajar 😀

  2. Edi berkata:

    maap bro sist, susah lho niru sifat nabi itu, karena beliau dicipta dgn skenario langsung dari Tuhan utk "ndandani" umat berdasarkan risalah suci-NYA. kalo kita terlalu saklek dgn ajaran nabi maka jadinya muncullah radikalisme sempit yang berujung tindakan teroris.ati2 ya bro, sist, jadilah orang beragama yg cerdas, jangan hanya karena iming2 pahala dan syurga kita jadi alat kaum fundamentalis yg punya rencana tersembunyi dibalik kesalehannya.selamat beribadah puasa, maaf lahir dan batin

  3. Panji berkata:

    @Mas RonggoHehehe…Dadakan, ngisi materi di pesantren,,,Muncul itu deh…Masih Berusaha Belajar…@Pak EdiSaya cuma mencoba mengambil sifat2 dasar saja kok…:-DLagipula gak ngerti bagaimana ngedidik jadi teroris,,,:-)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *