Subscribe via RSS Feed Connect on Instagram Connect on Google Plus

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH PILIHAN KEDUA, BISA MASUK KAMPUS NEGERI

Filed in Artikel dan Opini, Curhat, Harapan PLS by on Agustus 22, 2018 0 Comments • views: 0

Pertama kali saya memilih Pendidikan Luar Sekolah (PLS) sebagai pilihan kedua di SBMPTN. Sebenarnya saya menempatkan PLS dipilihan kedua dalam SBMPTN itu hanya sebagai perkiraan supaya saya dapat masuk di perguruan tinggi negeri bukan karna saya gengsi untuk masuk perguruan tinggi swasta, melainkan karna keadaan ekonomi keluarga yang kurang mendukung. Sedangkan saya sangat ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dengan modal bidikmisi yang saya dapat dengan bantuan sekolah.




Walaupun awalnya saya tidak mengetahui Pendidikan Luar Sekolah atau PLS itu seperti apa dan bagaimana? Tetapi saya tidak putus asa, untuk itu saya pergi ke SMA saya untuk bertanya kepada bapak dan ibu guru saya tentang Pendidikan Luar Sekolah. Pertama kali yang saya tanyakan tentang PLS adalah “Bagaimana prospek kerjanya?” Saya mendapatkan jawaban dari Ibu Wakasek kurikulum bahwa prospek kerja PLS adalah “menjadi tenaga pelatihan diklat dan tenaga pengajar yang dikirim ke daerah yang kekurangan tenaga pengajar.”

Setelah mendengar jawaban dari ibu wakasek kurikulum itulah mulai muncul rasa ketertarikan saya terhadap jurusan PLS ini. Dari jawaban trsebut saya dapat menyimpulkan bahwa jurusan PLS ini adalah jurusan yang menantang, karena kita akan berhadapan langsung dengan masyarakat untuk mesosialisasikan pentingnya pendidikan dan bukan hanya itu kita pasti juga akan berhadapan dengan budaya, adat, karakteristik masyarakat yang beragam, dan kebiasaan yang mungkin saja belum kita kenali sebelumnya.

Itu adalah tantangan yang luar biasa menurut saya, oleh karena itu saya berharap ketika masuk di PLS UNESA saya tidak hanya mendapatkan ilmu tentang cara meningkatkan pendidikan di daerah yang terpencil tetapi juga disertai dengan ilmu untuk menghadapi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan tertinggal, agar tidak terjadi kesalahpahaman antara masyarakat dan pengajar yang diakibatkan oleh budaya dan kebiasaan yang berbeda. selain itu, supaya masyarakat di daerah tersebut cepat menerima dan juga memberikan respon balik yang positif.

Harapan saya setelah lulus dari PLS UNESA adalah saya dapat pergi ke daerah-daerah yang tertinggal di Indonesia untuk meratakan pendidikan di negeri ini.

 

Oleh:
Aryansyah Putra Budi Utomo

PLS UNESA 2017 B
Mail: aryansyah.17010034063@mhs.unesa.ac.id

Tags: , ,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *