Subscribe via RSS FeedConnect on InstagramConnect on Google Plus

PLS UNESA BERAKSI, BERBAGI UNTUK NEGERI LEWAT GERAKAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Filed in Berita Utama, Kegiatan Kampus by on September 3, 2018 0 Comments • views: 64
Gerakan Pengabdian Masyarakat PLS Unesa 2018 atau yang kemudian di singkat dengan (GPM PLS UNESA 2018) merupakan program dari pengurus Hmj PLS Unesa 2018 yang melibatkan seluruh pengurus dan perwakilan mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Unesa. GPM tahun ini, Hmj PLS Unesa mengusung tema “Peran mahasiswa pendidikan non formal dalam memberdayakan masyarakat”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman berharga kepada mahasiswa agar siap untuk terjun di masyarakat di masa yang akan datang, selain itu juga dapat menumbuhkan jiwa sosial dan kebersamaan antar mahasiswa dengan masyarakat sekitar. Program pengabdian masyarakat seperti ini di rasa sangat penting bagi mahasiswa, mengingat isi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama 6 hari atau lebih tepatnya pada tanggal 16 – 21 juli 2018 dan bertempat di Ds. Manting Kec. Jatirejo Kab. Mojokerto
Kegiatan ini diawali dengan pembukaan dan sarahsehan pada pukul 19.00 WIB yang bertempat di balai desa Manting. Pembukaan dihadiri langsung oleh bapak kepala desa beserta seluruh perangkat desa, karang taruna, dan masyarakat. Warga desa sangat antusias dengan kedatangan mahasiswa di desa mereka. Acara pembukaan berlangsung sederhana dan dengan suasana hangat keakraban masyarakat. Bapak Supriyo selaku kepala desa dalam sambutannya mengungkapkan kebahagiaannya karena telah dikunjungi banyak mahasiswa yang akan berkegiatan dan membantu meramaikan suasana desa mereka. Kesempatan ini dipergunakan oleh seluruh peserta GPM-PLS 2018 untuk bertegur sapa dengan masyarakat sekitar ketika kegiatan berlangsung.
Keesokan harinya, seluruh panitia GPM disibukkan dengan berbagai kegiatan antara lain : Jika Aku Menjadi, PLS mengajar, pelatihan merajut, bimbel, dan TPQ. Selasa pagi diisi oleh kegiatan jika aku menjadi, dimana semua panitia yang terlibat akan memabantu kegiatan sehari-hari masyarakat desa sesuai dengan apa yang masyarakat butuhkan, ada yang membantu di sawah, berkebun, dan bahkan ada juga yang membantu untuk membuat keripik gadung dimulai dari panen hingga menjadi produk siap jual. Sore harinya, dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan merajut yang diikuti oleh ibu-ibu warga desa, meskipun ada beberapa kendala dalam pelaksanaan pada hari pertama, akan tetapi selanjutnya kegiatan ini berlangsung secara semarak. Bahkan ada ibu yang bersemangat sekali untuk berlatih sehingga rela menunggu di tempat kegiatan bahkan sebelum kegiatan dimulai.
Kegiatan yang cukup berkesan dalam rangkaian GPM PLS UNESA 2018 adalah kegiatan PLS mengajar yang bertempat di PAUD Ds. Mating. Pada kegiatan tersebut seluruh panitia diberi kesempatan untuk terjun langsung menghadapi peserta didik PAUD tersebut baik TK (Taman Kanak Kanak) maupun KB (Kelompok Belajar). ”Pengalam seperti ini sangat berharga bagi saya, sangat menyenangkan bisa berbagi ilmu dengan adik-adik di desa ini”. Kata balqis salah satu peserta GPM PLS UNESA 2018.
Selain mengajar PAUD, saat malam hari peserta GPM disibukkan dengan kegiatan bimbingan belajar untuk anak SD dan SMP. Bimbingan belajar di bagi perkelas sesuai dengan tingkatan kelas masing – masing peserta. Peserta GPM dibuat kaget karena antusiasme anak – anak Desa manting yang sangat luar biasa. Mereka berdatangan menuju ke lokasi GPM meskipun tanpa disuruh ataupun di ingatkan. Hal itulah yang membuat peserta GPM sangat senang dan bersemangat dalam menyalurkan ilmunya sebagai seorang mahsiswa.
Peserta GPM Setiap Sore hari mengadakan Pelatihan merajut yang dilaksanakan di balai desa dengan melibatkan seluruh ibu-ibu masyarakat desa. Hari pertama diisi dengan pelatihan dasar – dasar merajut, hari kedua sudah mulai tahap perajutan bentuk, hari ketiga mulai membentuk rajutan menjadi tas, dompet dan lain sebagainya. Hari terakhir mulai finishing produk hingga siap untuk di pasarkan. Ibu – ibu peserta pelatihan sangat senang sekali karena banyak ilmu dan keterampilan yang bisa mereka dapatkan.
Hari kamis pagi, digunakan para peserta untuk kerja bakti dan pemberian 10 tong sampah untuk diletakkan di sekitar jalan desa. Kerja bakti ini diikuti oleh seluruh peserta dan warga desa. “Semoga dengan sedikit pemberian dari kami dapat menjadi berkah dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan” kata fahmi Ketua HMJ PLS 2018.
Jumat pagi diisi dengan kegiatan Jika Aku Menjadi dan sore harinya terdapat latihan menari bagi anak – anak dan lomba – lomba untuk memeriahkan kegiatan. Lomba – lomba tersebut antara lain lomba mewarnai, menggambar, makan kerupuk, balap klereng, futsal dan lain lain. Keramaian pun tidak bisa di hindarkan, mulai dri anak-anak hingga remaja dan dewasa turut serta meramaikan lomba – lomba ini. Kekompakan dan kebersamaan sangat terasa sekali dalam kegiatan ini.
Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan para peserta GPM PLS 2018 hingga 6 hari. Banyak cerita – cerita suka dan duka yang dirasakan oleh para peserta. Lelah bukanlah hal yang sia-sia karena terbayar lunas dengan pengalaman yang bisa didapatkan oleh para peserta. Pengalaman seperti ini tidak akan didapatkan oleh mahasiswa didalam perkuliahan.
Penutupan kegiatan diisi dengan pentas seni dan pembagian hadiah. Suasana ramai ketika anak – anak desa manting menunjukan bakat dan aksi mereka di hadapan seluruh masyarakat desa. Penampilan pertama adalah banjari dari anak anak desa manting yang sangat luar biasa. Suara merdu diiringi tabuhan rebana sangat menyejukkan hati. Penampilan kedua diisi oleh penampilan tarian dari anak – anak desa manting. Tarian yang di tampilkan sebelumnya sudah di ajarkan oleh kak rezy peserta GPM PLS 2018. Penampilan disambut dengan gemuruh warga desa yang melihat kelucuan anak – anak ketika menari. Pemberian hadiah – hadiah lomba juga diberikan langsung kepada para pemenang lomba.
Suasana haru terjadi ketika para peserta GPM PLS 2018 harus pulang dan meninggalkan desa manting untuk kembali ke Surabaya. Anak – anak desa manting banyak yang menangis dan tidak mau di tinggalkan oleh para peserta. Contoh saja ayu, anak desa manting yang tidak berhenti menangis karena harus berpisah dengan kak Gema salah satu peserta GPM PLS 2018. Ibu – ibu desa manting bahkan meminta agar peserta GPM PLS 2018 tiap minggu datang kesana untuk sekedar berkunjung dan mengajari merajut.
GPM PLS 2018 sangatlah berkesan dan alhamdulillah sangat bermanfaat baik bagi peserta ataupun masyarakat desa. Semoga GPM PLS tahun depan bisa lebih baik lagi dan dengan program – program yang lebih segar tentunya.
Salam Luar Sekolah!
Penulis :
M Fahmi Zakariyah
Novita Permatasari
PLS UNESA 

foto kegiatan




Tags: , ,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MENGAPDI DENGAN MEDIA SOSIAL

DAFTAR YUK: PELATIHAN PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL DAN WEB SITE IMADIKLUS 2018

Seluruh akomodasi peserta selama kegiatan pelatihan GRATIS*
KLIK DISINI BACA SELANGKAPNYA
close-link
DAFTAR YUK: PELATIHAN PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL DAN WEB SITE IMADIKLUS 2018
KLIK DAFTAR
close-image

MENGAPDI DENGAN MEDIA SOSIAL

MENGAPDI DENGAN MEDIA SOSIAL
Pelatihan Pengelolaan Media Sosial dan Web Imadiklus, akan di selenggarakan pada: